Example 728x250
Ekonomi & Bisnis

Menanti Intervensi BI: Rupiah Tertahan di Rp17.900-an per Dolar AS Jelang Akhir Pekan

37
×

Menanti Intervensi BI: Rupiah Tertahan di Rp17.900-an per Dolar AS Jelang Akhir Pekan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih tertahan di zona merah dan mendekati level psikologis krusial baru.

Berdasarkan data perdagangan riil teranyar di pasar spot, mata uang Garuda ditutup pada level Rp17.902 per dolar AS. Angka ini mencerminkan penguatan tipis 0,07% dari hari sebelumnya, namun tetap menunjukkan tren pelemahan jangka panjang yang nyata.

Secara mingguan, performa mata uang domestik jeblok hingga 0,82% dari posisi pekan lalu. Koreksi tajam ini membuat rupiah kian terseret mendekati ambang batas Rp18.000 per dolar AS.

Pelemahan ini bukan tanpa alasan. Faktor global menjadi motor utama yang menekan nilai tukar mata uang emerging markets, termasuk rupiah.

Kombinasi melesatnya imbal hasil (yield) obligasi AS (US Treasury) yang menyentuh angka 5,11% dan sikap ketat (hawkish) dari bank sentral AS (The Fed) memicu penarikan modal asing secara masif keluar dari pasar domestik.

Tidak hanya itu, gejolak harga minyak mentah dunia yang bertahan di kisaran US$100 per barel turut memperberat neraca perdagangan Indonesia.

Sebagai negara importir minyak, tingginya ongkos energi memaksa kebutuhan valuta asing (valas) di dalam negeri melonjak drastik guna mendanai impor.

Saat ini, mata uang Garuda tercatat telah melemah sekitar 6,7% sejak awal tahun. Pelaku pasar kini memantau penuh langkah stabilisasi yang akan diambil oleh Bank Indonesia (BI) menggunakan cadangan devisanya agar rupiah tidak terperosok melampaui level Rp18.000.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *