Example 728x250
Ekonomi & Bisnis

Menakar Strategi Prabowo Selamatkan Industri Tekstil: BRIN Dorong Inovasi Sepatu Pintar hingga Limbah Sawit

48
×

Menakar Strategi Prabowo Selamatkan Industri Tekstil: BRIN Dorong Inovasi Sepatu Pintar hingga Limbah Sawit

Sebarkan artikel ini

JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan kepala lembaga ke Istana Kepresidenan Jakarta untuk menggelar rapat terbatas pada Selasa (22/9). Rapat strategis ini secara khusus menyoroti masa depan dan penyelamatan industri tekstil serta sepatu nasional yang tengah menghadapi tantangan berat.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, mengonfirmasi agenda tersebut saat tiba di kompleks Istana. “Kami mendapat undangan dari Bapak Presiden untuk rapat berkaitan dengan industri tekstil dan juga industri sepatu,” ujar Arif.

Pertemuan tingkat tinggi ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat kunci ekonomi dan teknologi, di antaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi Rosan Roeslani, Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN Dony Oskaria, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto.

Amunisi Inovasi dari BRIN
Dalam rapat tersebut, BRIN memaparkan sejumlah riset dan inovasi berbasis komoditas lokal yang diharapkan mampu menjadi roda penggerak baru bagi penguatan industri tekstil dan sepatu dalam negeri. Salah satu yang disorot adalah pemanfaatan limbah pertanian untuk sektor fesyen dan UMKM.

“Ada kain yang berasal dari limbah daun nanas yang nanti bisa dimanfaatkan untuk pengembangan UMKM,” ungkap Arif. Selain itu, BRIN memperkenalkan inovasi lilin malam untuk membatik yang memanfaatkan limbah kelapa sawit. Langkah ini diklaim mampu membuat proses produksi batik menjadi jauh lebih organik dan ramah lingkungan.

Dari Sepatu Subsidi hingga Teknologi Medis
Di sektor alas kaki, BRIN membawa dua agenda inovasi besar. Pertama, mempersiapkan program pengadaan produk sepatu khusus yang menyasar para siswa dari kalangan keluarga tidak mampu.

Kedua, BRIN memamerkan lompatan teknologi berupa komponen alas kaki pintar (smart insole). Teknologi ini bukan sekadar pelindung kaki biasa, melainkan dirancang dengan sensor khusus untuk kebutuhan medis.

“Alas kaki pintar (smart insole) ini bisa digunakan untuk memantau proses rehabilitasi bagi penderita stroke. Ini adalah insole cerdas yang risetnya terus kami kembangkan,” pungkas Arif.

Melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan investasi, pengelolaan BUMN, serta riset sains-teknologi ini, pemerintah berupaya merumuskan regulasi dan hilirisasi produk yang mampu mendongkrak daya saing industri manufaktur Indonesia di pasar global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *