Example 728x250
Ekonomi & Bisnis

Ketua KADIN Ingatkan Pelaku Usaha Jaga Cash Flow

7
×

Ketua KADIN Ingatkan Pelaku Usaha Jaga Cash Flow

Sebarkan artikel ini
  • Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie mengingatkan pelaku usaha untuk menjaga arus kas (cash flow) di tengah tekanan ekonomi global.

Langkah ini dinilai krusial agar dunia usaha tetap bertahan sekaligus menjaga keberlangsungan usahanya.

Menurut Anindya, secara makro kondisi neraca Indonesia masih cukup baik. Namun, tekanan global membuat kinerja pendapatan (income statement) pelaku usaha ikut tertekan.

Peringatan dari Anindya Bakrie ini menyoroti sebuah kontradiksi klasik dalam kondisi ekonomi saat ini: meskipun secara makro ekonomi Indonesia masih tangguh, pelaku usaha secara individu mulai merasakan tekanan nyata pada laporan laba rugi akibat gejolak global.

Dalam situasi di mana pendapatan sulit diprediksi, likuiditas menjadi satu-satunya jaring pengaman yang nyata. Berikut adalah poin-poin penting mengapa fokus pada arus kas (cash flow) sangat krusial saat ini:

Mengapa Arus Kas Lebih Penting dari Laba?

Dalam tekanan ekonomi global, sebuah perusahaan bisa saja terlihat “untung” di atas kertas, namun tetap terancam bangkrut jika modalnya macet di piutang atau stok barang yang tidak terjual.

Bantalan Likuiditas: Menjaga likuiditas tetap tinggi memungkinkan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek (utang, gaji karyawan, dan pajak) tanpa harus menjual aset secara rugi.

Biaya Modal: Dengan suku bunga global yang masih fluktuatif, meminjam uang untuk menutup kekurangan kas menjadi jauh lebih mahal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Langkah Strategis bagi Dunia Usaha
Untuk mengikuti arahan ini, para pelaku usaha biasanya akan melakukan langkah-langkah berikut:

Manajemen Modal Kerja yang Ketat: Mempercepat penagihan piutang dari pelanggan dan menegosiasikan jangka waktu pembayaran yang lebih fleksibel dengan pemasok.

Menunda Capex Non-Esensial: Menunda belanja modal besar (seperti pembelian mesin baru atau ekspansi fasilitas) hingga sinyal pasar global lebih stabil.

Uji Tekan (Stress Testing): Menghitung skenario ketahanan bisnis jika pendapatan tiba-tiba turun sebesar 15% hingga 25%.

Dampak bagi Investor dan Pasar
Bagi pengamat ekonomi dan investor, peringatan ini adalah sinyal untuk lebih teliti melihat kesehatan finansial emiten. Perusahaan dengan rasio utang yang tinggi atau rasio likuiditas yang rendah mungkin akan menghadapi hambatan besar.

Sebaliknya, perusahaan yang memiliki cadangan kas yang kuat (cash rich) tidak hanya lebih aman, tetapi juga memiliki peluang besar untuk melakukan akuisisi atau investasi strategis ketika kondisi pasar mulai membaik.🙏🙏🙏#Investasi #Utamakan #Cash #Flow #Krisis #Global #Ekonomi #Dunia #Tidak #Stabil peterhuang_fb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *