Example 728x250
Ekonomi & Bisnis

Terjebak Aksi Ambil Untung: Harga Emas Antam Terkoreksi Pagi Ini Saat Emas Global Masih Terpukul Dolar AS

35
×

Terjebak Aksi Ambil Untung: Harga Emas Antam Terkoreksi Pagi Ini Saat Emas Global Masih Terpukul Dolar AS

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, jurnalisinvestigasi.com — Harga emas batangan bersertifikat Logam Mulia milik PT Aneka Antam Tbk (ANTM) terpantau kembali bergerak melandai pada pembukaan pasar akhir pekan, Sabtu pagi (3 Oktober 2026).

Berdasarkan data resmi dari korporasi, emas Antam LM mengalami penurunan lanjutan sebesar Rp5.000 per gram, yang kini menempatkan komoditas pelindung nilai tersebut di level Rp2.576.000 per gram.

Tren pelemahan ini berbanding lurus dengan koreksi harga beli kembali atau buyback oleh Antam yang juga terpangkas Rp5.000, kini merosot ke posisi Rp2.386.000 per gram.

Investigasi pasar menunjukkan selisih tebal atau spread antara harga jual dan buyback pagi ini melebar di angka Rp190.000 per gram, sebuah sinyal kuat bagi investor untuk menahan kepemilikan jangka pendek.

Sementara itu di jaringan ritel lainnya, pergerakan harga komoditas ini terpantau bervariasi. Emas cetakan UBS dipatok pada level Rp2.552.000 per gram, sedangkan cetakan Galeri24 ditawarkan lebih kompetitif di posisi Rp2.511.000 per gram.

Tekanan di pasar domestik dipicu oleh lesunya pergerakan emas spot global (XAUUSD) yang bertengger di kisaran US$4.139 per ons troi setelah kehilangan momentum dan ambles hingga 0,75 persen.

Melesatnya keperkasaan indeks dolar AS dan masih tingginya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) ditengarai menjadi jangkar utama yang menahan laju emas global sepanjang pekan ini.

Kendati dihadapkan pada koreksi musiman di awal kuartal keempat, secara tahunan berjalan (year-to-date), emas dinilai masih mencatatkan rapor hijau di atas 5 persen akibat ketidakpastian geopolitik global yang belum mereda.

Para pelaku pasar kini bersiap mencermati batas bawah atau support kritis berikutnya untuk emas lokal yang diproyeksikan berada di kisaran Rp2.520.000 per gram apabila tekanan jual terus berlanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *