Example 728x250
Lingkungan

Misteri di Selat Sunda: 10 Hari Pencarian Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Resmi Dihentikan

10
×

Misteri di Selat Sunda: 10 Hari Pencarian Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Resmi Dihentikan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, ForumJurnalisInvestigasi.com — Operasi pencarian besar-besaran terhadap lima jurnalis investigasi dan tiga kru kapal yang hilang di perairan Selat Sunda resmi dihentikan oleh Tim SAR Gabungan.

Keputusan ini diambil setelah sepuluh hari pencarian nihil hasil di sekeliling kawasan rawan Gunung Anak Krakatau.

Kelompok jurnalis tersebut dilaporkan hilang kontak sejak bertolak untuk meliput peningkatan aktivitas vulkanik dan dugaan pelanggaran zona aman pelayaran di sekitar cagar alam tersebut.

Data Korban Hilang

Pihak otoritas dan ruang redaksi masing-masing media telah mengonfirmasi identitas para korban yang berada di dalam manifes kapal:

Jurnalis:

M. Bagus Khoirunnas (Jurnalis Investigasi Senior)

Ari Basuki (Fotojurnalis)

Yudistiro Pranoto (Videografer)

Firman Daus (Reporter Investigasi)

Donal Husni (Koresponden Dokumenter)

Kru Kapal:

Warta (Nakhoda Kapal)

Sukarman (Kepala Kamar Mesin)

Heriyanto (Anak Buah Kapal)

Kronologi dan Kontak Terakhir

Rombongan berangkat dari pelabuhan rakyat di pesisir Banten menggunakan kapal motor sewaan.

Tujuan utama mereka adalah melakukan investigasi mendalam terkait aktivitas vulkanik Anak Krakatau.

Kontak terakhir tercatat melalui pesan satelit yang dikirimkan oleh M. Bagus Khoirunnas.

Pesan tersebut melaporkan adanya ombak tinggi dan kabut asap pekat yang membatasi jarak pandang hingga di bawah 10 meter. Setelah itu, sinyal GPS kapal sepenuhnya mati.

Perkembangan Terakhir

Hingga hari terakhir operasi, Tim SAR Gabungan hanya berhasil menemukan beberapa serpihan kayu yang diduga kuat merupakan bagian dari lambung kapal korban.

Serpihan tersebut ditemukan mengapung di radius 5 mil laut dari cagar alam Gunung Anak Krakatau.

Namun, tidak ada tanda-tanda keberadaan para korban maupun peralatan kamera mereka.

Pihak keluarga korban menyatakan telah mengikhlaskan kejadian ini, meskipun menyisakan duka mendalam bagi komunitas pers nasional.

Asosiasi jurnalis kini mendesak adanya investigasi independen lanjutan untuk memeriksa kelayakan kapal dan SOP keselamatan pelayaran jurnalis di daerah bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *