JAKARTA: Forumjurnalisinvestigasi.com Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tajam pada perdagangan Kamis pagi (17/9/2026), membalikkan tekanan hari sebelumnya yang sempat tertahan di level Rp17.696. Berdasarkan data pasar spot terbaru, mata uang Garuda bergerak perkasa menggilas mata uang Negeri Paman Sam hingga menyentuh kisaran Rp17.650 per dolar AS di awal sesi.
Apresiasi ini dipicu oleh respons positif investor terhadap data makroekonomi domestik yang solid serta melemahnya indeks dolar (DXY) di pasar Asia pasca-pengumuman hasil rapat bank sentral AS.
Investigasi pergerakan modal asing menunjukkan adanya aliran dana masuk (capital inflow) yang masif ke pasar keuangan dalam negeri, khususnya pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan saham. Analis korporasi menilai intervensi terukur Bank Indonesia di pasar valas berhasil membentengi psikologis pasar dari guncangan eksternal.
Penguatan ke level Rp17.650 ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor institusional terhadap daya tahan fiskal Indonesia, di tengah transisi kebijakan ekonomi nasional dan ketidakpastian geopolitik global yang masih membayang.
Meski rupiah tengah berada di atas angin pagi ini, para pelaku pasar diimbau tetap waspada menghadapi fluktuasi perdagangan di sisa hari. Proyeksi pergerakan harian diperkirakan masih akan bergerak dinamis dalam rentang Rp17.650 hingga Rp17.750 per dolar AS seiring dinamika konsolidasi pasar.
Forum jurnalis dan pengamat kini fokus memantau kekuatan cadangan devisa nasional dalam mempertahankan momentum penguatan ini hingga penutupan pasar sore nanti.L













