YOGYAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengapresiasi tinggi peran kemanusiaan Muhammadiyah.
Apresiasi ini ditujukan khusus kepada Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).
Pratikno menilai peran Muhammadiyah di sektor kebencanaan bukan lagi sebatas organisasi sosial biasa.
Muhammadiyah telah menjelma menjadi pilar penting bangsa yang memperkokoh ekosistem respons bencana di Indonesia.
“Kami bangsa Indonesia bangga, ditambah lagi dengan penghargaan dan pengakuan internasional dari WHO terhadap EMT (Emergency Medical Team) Muhammadiyah,” ujar Pratikno.
Penghargaan internasional tersebut tercantum dalam laporan WHO tahun 2025.
EMT Muhammadiyah masuk dalam kategori WHO classified emergency medical team type 1 fix, yang menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Pratikno saat membuka Rakernas LRB di BBPPMPV Seni dan Budaya D.I. Yogyakarta pada Jumat, 11 September 2026.
Menurutnya, ribuan sekolah, ratusan rumah sakit, dan perguruan tinggi Muhammadiyah di seluruh Indonesia adalah kekuatan infrastruktur sosial yang luar biasa.
Infrastruktur ini saling mendukung saat bencana terjadi. Sekolah menjadi tempat belajar darurat, kampus menjadi pusat riset, dan rumah sakit menjadi pusat rujukan.
“Muhammadiyah adalah kekuatan besar yang hadir begitu cepat dalam kebencanaan. Rumah sakit dan sekolah bukan sekadar jaringan amal usaha, tapi jaringan keselamatan warga Indonesia,” tegasnya.
Pratikno mengakui kompleksitas penanganan bencana di Indonesia sangat tinggi, mulai dari tanggap darurat, pemulihan kesehatan, hingga pembangunan hunian tetap.
Di tengah keterbatasan pemerintah, Muhammadiyah dinilai mengambil peran besar untuk meringankan beban negara.
“Terima kasih dan penghormatan luar biasa kepada MDMC karena sudah menolong pemerintah tanpa diminta. Membangun sistem tanpa pernah pemerintah mengajari,” kata Pratikno.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan Indonesia saat ini bukan hanya bencana alam seperti banjir bandang di Sumatra atau gempa di Flores.
Indonesia kini menghadapi tantangan konflik sosial yang membutuhkan penanganan serius, seperti yang terjadi di Papua dan Adonara, Flores Timur.
Menko PMK berharap pengalaman panjang Muhammadiyah dalam menghadapi krisis kemanusiaan ini dapat terus dikembangkan menjadi pengetahuan bersama.
Kolaborasi antara pemerintah, Muhammadiyah, dan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci utama untuk membangun Indonesia yang tangguh menghadapi risiko bencana dan konflik sosial. Sumber: Muhammadiyah.or.id













