Lantai ruang rapat Komisi XI DPR RI pada 27 Agustus 2026 mendadak hening seketika, sebelum akhirnya gemuruh tepuk tangan memecah ketegangan. Hari itu, sejarah baru dalam lanskap ekonomi nasional resmi diukir. Destry Damayanti disetujui secara aklamasi sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031.
Lewat keputusan tersebut, ia resmi mendobrak tradisi panjang bank sentral dengan menjadi perempuan pertama yang menduduki kursi nomor satu BI secara definitif. Sejak 26 Juli 2026, ia sebenarnya telah menakhodai lembaga ini sebagai Pejabat Gubernur Sementara menggantikan Perry Warjiyo. Namun, ketetapan hari itu menegaskan satu hal: era baru kebijakan moneter Indonesia kini berada di tangan seorang srikandi.
Dari Kampus Perjuangan hingga Cornell
Lahir di Jakarta pada 16 Desember 1963, Destry muda tumbuh dengan ketertarikan mendalam pada angka dan logika kebijakan publik. Langkah awalnya ditempa di Universitas Indonesia (UI), tempat ia menyerap fondasi ilmu ekonomi makro.
Haus akan pemahaman yang lebih makro, ia terbang ke New York, Amerika Serikat, untuk mendalami Regional Science di Cornell University. Kombinasi pendidikan lokal yang mengakar dan perspektif global dari Cornell inilah yang membentuk ketajaman analisisnya di kemudian hari.
Rekam Jejak Sang Penggawa Moneter
Sebelum namanya diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai calon tunggal ke meja parlemen, Destry adalah nama yang sangat dihormati di lorong-lorong pasar keuangan nasional. Ia bukan orang baru yang tiba-tiba muncul di puncak menara.
Perjalanannya adalah sebuah tangga karier yang kokoh:
Pengamat dan Penasihat: Di awal tahun 2000-an, ia sempat menjadi penasihat ekonomi untuk Duta Besar Inggris, sebelum akhirnya kembali ke almamaternya untuk mengajar dan meneliti di UI.
Arsitek Analisis Perbankan: Namanya melambung saat memimpin tim riset sebagai Kepala Ekonom di Mandiri Sekuritas dan Bank Mandiri (2005–2015). Analisisnya kerap menjadi kompas bagi para pelaku pasar.
Birokrat dan Penyelamat Dana: Pengalamannya makin lengkap saat dipercaya memimpin Satgas Ekonomi Kementerian BUMN hingga menjadi Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Masuknya Destry ke jajaran pimpinan BI dimulai pada 2019 sebagai Deputi Gubernur Senior. Kepercayaan publik yang tinggi membuatnya kembali terpilih untuk periode kedua pada 2024, sebuah batu loncatan sempurna sebelum akhirnya ia memegang kendali penuh atas kemudi moneter negara.
Memutus “Glass Ceiling”
Sejarah mencatat, posisi Gubernur BI selalu identik dengan figur laki-laki. Nama besar seperti Miranda Goeltom memang pernah memimpin, namun statusnya kala itu hanyalah Pelaksana Tugas (Plt.) pada tahun 2009.
Kini, di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Destry Damayanti hadir membawa harapan baru. Di bawah kepemimpinannya untuk lima tahun ke depan, Bank Indonesia tidak hanya ditantang untuk menjaga stabilitas rupiah, tetapi juga membuktikan bahwa keputusan memilih perempuan pertama di pucuk menara Thamrin adalah langkah sejarah yang tepat.













