Example 728x250
Ekonomi & Bisnis

Krisis Selat Hormuz, PBB: Pembersihan Ranjau Darat Saja Sulit Apalagi di Laut

20
×

Krisis Selat Hormuz, PBB: Pembersihan Ranjau Darat Saja Sulit Apalagi di Laut

Sebarkan artikel ini

Krisis Selat Hormuz, PBB: Pembersihan Ranjau Darat Saja Sulit Apalagi di Laut

Darilaut – Menemukan dan membersihkan ranjau laut sangat menantang dan berbahaya bagi kapal yang melakukannya.

Ahli di Layanan Aksi Ranjau PBB (UNMAS) Paul Heslop mengatakan membersihkan ranjau darat itu sulit, apalagi membersihkan ranjau laut, bahkan lebih sulit.

Pembersihan ranjau laut tidak hanya bekerja di tiga kedalaman yang berbeda, tidak hanya tiga dimensi, tetapi ada dimensi keempat, yaitu waktu.

Menurut Heslop seiring waktu, ranjau dapat berpindah. Jika suatu area dibersihkan, dan terjadi gelombang pasang atau arus lain, maka area yang sama dapat terkontaminasi lagi.

Selain itu, “beberapa ranjau bergerak melalui air, didorong oleh mekanisme propelan sehingga para penjinak ranjau bekerja di lingkungan yang dinamis dan berubah-ubah,” ujar Heslop kepada Nathalie Minard dari UN News.

UN News membahas masalah ranjau menjelang Hari Kesadaran Ranjau Internasional (International Day for Mine Awareness) yang diperingati tanggal 4 April, setiap tahunnya.

Masih belum jelas apakah ranjau dapat menenggelamkan kapal dari semua jenis jika diaktifkan, telah ditempatkan di Selat Hormuz, sebagai bagian dari konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Sebagian besar pengiriman belum dapat melewati selat yang penting secara strategis ini karena pemboman berkelanjutan terhadap target Iran. Amerika Serikat dan Israel masih berperang dengan Iran, serta negara-negara lain di kawasan itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *