Example 728x250
Ragam

“Cha Wu Ci Ren”: Saat Geopolitik Bola Menghapus Kylian Mbappé dari Sejarah Tiongkok

46
×

“Cha Wu Ci Ren”: Saat Geopolitik Bola Menghapus Kylian Mbappé dari Sejarah Tiongkok

Sebarkan artikel ini

BEIJING — Sebuah guyonan digital berdurasi singkat di Eropa telah memicu “pembunuhan karakter” secara digital berskala masif di Asia Timur. Megabintang Real Madrid dan Timnas Prancis, Kylian Mbappé, resmi mengalami penghapusan total (persona non grata) dari lanskap media dan komersial Republik Rakyat Tiongkok.

Bukan sekadar protes di kolom komentar, krisis ini berpuncak pada tindakan ekstrem portal olahraga raksasa Tiongkok, Dongqiudi, yang mendadak mengganti nama Mbappé di peringkat Ballon d’Or 2026 dengan frasa dingin khas birokrasi Mandarin: “Chá wú cǐ rén” (tidak ada orang dengan nama tersebut), lengkap dengan ilustrasi pasfoto hitam-putih sang pemain.

Kronologi: Dari “The Bridge” ke Badai Sensor

Akar petaka bermula ketika rekaman wawancara arsip Mbappé dalam program digital The Bridge—dipandu oleh rekan setimnya di Real Madrid, Aurélien Tchouaméni—kembali mencuat ke permukaan. Dalam obrolan santai tersebut, Mbappé ditanya perihal meme internet favoritnya.

Tanpa tendeng aling-aling, penyerang berusia 27 tahun itu tertawa dan menyebut sebuah gambar hasil suntingan yang menempelkan wajahnya ke tubuh sosok yang ia sebut sebagai “diktator Tiongkok”—sebuah referensi visual yang merujuk pada pendiri RRT, Mao Zedong. Di Eropa, lelucon itu dianggap kritik satire biasa terhadap “kekuasaan mutlak” Mbappé di dalam klub. Namun di Beijing, tempat di mana narasi sejarah dan figur Mao dijaga secara sakral oleh negara dan nasionalisme akar rumput, pernyataan itu langsung dikategorikan sebagai pelanggaran garis merah (red line).

Eskalasi Cepat: Sensor Siaran hingga Pemutusan Kontrak

Respons Tiongkok tidak membutuhkan waktu lama untuk berubah dari kecaman dunia maya menjadi tindakan sistemik:

Pemblokiran La Liga: Stasiun televisi nasional CCTV secara sepihak menghentikan seluruh siaran pertandingan La Liga Spanyol, memberikan hantaman keras secara finansial bagi operator liga di Madrid.

Eksodus Sponsor: Raksasa komersial lokal seperti produsen minuman energi Dongpeng, merek susu Mengniu, hingga Milkground serentak membatalkan kontrak kerja sama dan menghapus seluruh materi promosi bergambar Mbappé.

Klarifikasi Terlambat: Menyadari aset komersialnya di Asia terbakar habis, Mbappé akhirnya merilis pernyataan terbuka berisi permohonan maaf, mengakui bahwa komentarnya “kurang bijaksana” dan melukai perasaan publik Tiongkok.

Namun bagi netizen dan mesin sensor Tiongkok, permintaan maaf tersebut tidak mengubah fakta: di layar monitor ratusan juta pencinta bola Tiongkok saat ini, Kylian Mbappé secara administratif “tidak pernah ada”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *