Example 728x250
Ekonomi & Bisnis

Terkunci di Zona Statis: Harga Emas Antam Mandek Pagi Ini Saat Aset Global Coba Merangkak Naik

8
×

Terkunci di Zona Statis: Harga Emas Antam Mandek Pagi Ini Saat Aset Global Coba Merangkak Naik

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, jurnalisinvestigasi.com — Harga emas batangan bersertifikat Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau tidak bergerak alias jalan di tempat pada pembukaan pasar pagi ini, Jumat (9 Oktober 2026).

Komoditas pelindung nilai utama domestik tersebut dilaporkan bertahan kokoh di posisi Rp2.565.000 per gram. Angka ini tidak mengalami perubahan dari posisi perdagangan hari Kamis kemarin yang sempat merosot Rp15.000.

Berdasarkan data resmi dari logammulia.com pukul 06.00 WIB, grafik stagnasi juga tecermin jelas pada harga pembelian kembali atau buyback oleh emiten berkode saham ANTM tersebut.

Nilai penarikan dana oleh emiten tercatat masih stagnan di level Rp2.371.000 per gram. Nilai ini memaksa selisih tebal atau spread riil tetap bertahan lebar di angka Rp194.000 per gram.

Sementara itu, pergerakan berbeda ditunjukkan di level pasar sekunder dan retail alternatif. Di Pegadaian misalnya, harga emas Antam ukuran 1 gram justru mengalami penurunan lanjutan sebesar Rp15.000 dan dibanderol di posisi Rp2.604.000 per gram.

Pada gerai ritel yang sama, emas cetakan alternatif UBS ikut tergelincir Rp10.000 ke posisi Rp2.529.000 per gram, sedangkan cetakan Galeri 24 dipatok pada level Rp2.505.000 per gram.

Dari kacamata investigasi pasar komoditas, bertahannya harga emas lokal terjadi di tengah upaya penguatan merayap (rebound) spot emas dunia (XAUUSD). Harga emas internasional merangkak naik 0,4 persen menuju kisaran US$4.126,78 per ons troi.

Pemicu utama perlawanan emas global bersumber dari meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap tumpukan beban utang pemerintah Amerika Serikat (AS), mendorong sebagian investor kembali memegang aset aman.

Kendati demikian, laju reli emas dunia tersebut langsung tertahan oleh rilis data inflasi yang didorong lonjakan harga minyak mentah Brent di atas US$104 per barel akibat konflik geopolitik Timur Tengah.

Kondisi ketegangan pasokan energi global ini kembali menghidupkan spekulasi kebijakan suku bunga ketat (hawkish) oleh pejabat The Fed, Christopher Waller dan Alberto Musalem, yang dinilai menjadi jangkar penahan laju komoditas non-imbal hasil seperti emas.

Secara teknikal, analis komoditas memproyeksikan pergerakan emas Antam dalam jangka pendek masih berpotensi menguji batas support di kisaran Rp2.554.000 per gram apabila indeks dolar global kembali melesat tajam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *