JAKARTA, jurnalisinvestigasi.com — Harga emas batangan bersertifikat Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau langsung bergerak naik tajam pada pembukaan perdagangan pagi ini, Rabu (7 Oktober 2026).
Komoditas pelindung nilai unggulan domestik ini mencatatkan kenaikan signifikan sebesar Rp10.000 per gram. Lonjakan ini membalikkan arah tren negatif setelah pada hari sebelumnya sempat terkapar turun dengan nominal yang sama.
Berdasarkan pembaruan data resmi dari laman Logam Mulia pukul 08.30 WIB, harga pecahan emas Antam ukuran 1 gram kini bertengger kokoh di level Rp2.580.000 per gram.
Aksi reli tidak hanya terjadi pada harga beli. Skema transaksi hari ini mencatat harga pembelian kembali atau buyback oleh Antam melonjak lebih tinggi sebesar Rp15.000, menempatkannya di posisi Rp2.391.000 per gram.
Investigasi pada margin perdagangan riil menunjukkan selisih tebal atau spread antara harga jual retail dan buyback menyusut tipis menjadi Rp189.000 per gram. Kondisi ini mulai menarik minat para pelaku pasar untuk kembali melakukan akumulasi bertahap.
Dari kacamata pasar komoditas, pembalikan arah ini disokong oleh melandainya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) di pasar global. Melunaknya pergerakan obligasi langsung memberikan ruang bernapas bagi emas internasional untuk merangkak naik.
Investor global yang sebelumnya sempat beralih ke portofolio likuid berdenominasi dolar kini kembali melirik aset safe haven. Mereka memanfaatkan celah penurunan harga pekan lalu untuk masuk kembali ke pasar komoditas emas.
Sementara itu, untuk pecahan emas batangan Antam lainnya pagi ini, ukuran 0,5 gram dipatok pada level Rp1.340.000. Untuk pecahan besar ukuran 2 gram kini berada di posisi Rp5.100.000.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas di sejumlah butik emas dan gerai gadai terpantau mulai kembali dinamis. Sebagian investor retail dilaporkan memanfaatkan momentum “loncatan” harga ini untuk mengamankan keuntungan jangka pendek.













