JAKARTA, jurnalisinvestigasi.com — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau sukses melakukan aksi rebound setelah sempat dihantam tekanan berat.
Di pasar spot, rupiah ditutup menguat ke posisi Rp17.899 per dolar AS, sementara kurs JISDOR Bank Indonesia berada di level Rp17.910 per dolar AS. Penguatan ini meredakan kekhawatiran setelah pekan lalu rupiah sempat mendekati batas psikologis Rp18.000.
Pembalikan arah ini dipicu oleh meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menyusul data inflasi PCE AS yang di bawah perkiraan. Penurunan tensi global ini turut melemahkan indeks dolar dan yield US Treasury.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia menopang ketahanan rupiah melalui intervensi pasar spot, DNDF, dan instrumen SRBI. Kendati demikian, otoritas tetap mewaspadai potensi pergerakan arus modal keluar di tengah sikap wait and see pelaku pasar.













