TEHERAN – Presiden Republik Islam Iran, Masoud Pezeshkian, secara terbuka mengumumkan bahwa jajaran pemerintahannya telah mengambil formasi baru guna mengelola situasi khusus yang sedang dihadapi negara saat ini. Pernyataan strategis tersebut disampaikan langsung oleh Pezeshkian melalui akun media sosial X pribadinya.
Melansir laporan kantor berita resmi Iran, IRNA, blokade dan tekanan terhadap Teheran kian intensif. Menurut Pezeshkian, dinamika geopolitik dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan adanya rancangan sistematis dari pihak musuh untuk memutus jalur-jalur vital pasokan dan logistik Iran. Target utama dari operasi pemutusan jalur tersebut tidak lain adalah untuk menekan dan melumpuhkan ruang gerak rakyat Iran.
Meskipun mengakui adanya eskalasi tekanan ekonomi yang sangat signifikan, Pezeshkian menegaskan bahwa strategi perang ekonomi yang dilancarkan musuh dipastikan gagal total.
“Tekanan ekonomi memang telah meningkat, tetapi berkat karunia Tuhan, kebersamaan rakyat, serta langkah-langkah taktis dari rekan-rekan kami di pemerintahan, kami tidak membiarkan tujuan musuh dalam perang ekonomi terwujud,” tegas Pezeshkian dalam pesan tertulisnya.
Penerapan formasi khusus kabinet ini memicu perhatian besar di kalangan analis intelijen ekonomi. Langkah Teheran dinilai sebagai bentuk reorganisasi komando internal demi mengamankan rantai pasok kritis di tengah tekanan sanksi dan blokade internasional yang kian memanas.













