Example 728x250
Ekonomi & Bisnis

Operasi Pasar Gelap atau Efek Wall Street? Di Balik Rontoknya Harga Emas Dunia 12 Persen

37
×

Operasi Pasar Gelap atau Efek Wall Street? Di Balik Rontoknya Harga Emas Dunia 12 Persen

Sebarkan artikel ini

JAKARTA — Pasar logam mulia global memasuki babak baru yang mencekam pada awal Oktober ini.

Harga emas dunia hari ini, , terpantau merangkak tipis di level US$ 4.178,2 per ons troi saat perdagangan dibuka.

Namun, angka tersebut tidak mampu menyembunyikan fakta pahit bahwa komoditas safe haven ini tengah babak belur. Emas telah anjlok lebih dari 12 persen dari level tertinggi yang sempat dicapai pada Agustus lalu.

Penurunan tajam ini menekan instrumen investasi yang selama ini dianggap paling aman oleh para pemburu aset.

Sentimen Tenaga Kerja AS Menekan Pasar

Investigasi pergerakan pasar modal menunjukkan ada kepanikan massal menjelang rilis data Non-Farm Payrolls Amerika Serikat.

Data ketenagakerjaan dari negara adidaya tersebut diprediksi menjadi penentu ke mana arah likuiditas global akan mengalir selanjutnya.

Jika angka serapan kerja AS menguat, yield obligasi akan melambung tinggi. Skenario itu dipastikan bakal menekan harga emas lebih dalam lagi ke zona support kritis.

Sebaliknya, para spekulan kini bersikap wait and see untuk melihat apakah ada ruang manipulasi sentimen di pasar berjangka.

Nasib Emas Domestik: Antam Mandek, Pegadaian Longsor

Di pasar domestik, pergerakan harga emas menunjukkan anomali yang menarik untuk ditelisik.

Berdasarkan pantauan resmi di laman Logam Mulia, harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) tertahan di posisi Rp 2.581.000 per gram. Angka ini stagnan alias belum bergerak dari posisi perdagangan hari sebelumnya.

Sementara itu, jaringan ritel Pegadaian justru melaporkan penurunan harga yang cukup signifikan.

Harga emas Antam di Pegadaian hari ini meluncur turun Rp 14.000 menjadi Rp 2.620.000 per gram. Langkah serupa diikuti oleh emas jenis UBS yang ikut melandai ke angka Rp 2.538.000 per gram.

Lebar rentang harga (spread) antara beli dan buyback domestik disinyalir menjadi strategi pengaman bagi para cukong komoditas lokal di tengah fluktuasi global.

Redaksi forumjurnalisinvestigasi.com terus memantau pergerakan modal tak kasat mata yang keluar masuk dari aset safe haven ini sepanjang hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *