Example 728x250
Pendidikan

Gema Shalawat di London Stadium: Mahasiswa UMSU Bawa Dakwah Kultural ke Panggung Dunia

32
×

Gema Shalawat di London Stadium: Mahasiswa UMSU Bawa Dakwah Kultural ke Panggung Dunia

Sebarkan artikel ini

LONDON — Panggung internasional kembali menjadi saksi keindahan Islam Indonesia. Lewat seni rebana dan shalawat, wajah Islam yang ramah dan lekat dengan budaya sukses memukau ribuan pasang mata di Inggris.

Adalah Afrahul Fadhilah, mahasiswa S2 Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang berada di balik layar pergerakan ini [ad]. Ia sukses membina Annisa Rebana London, kelompok qasidah ibu-ibu Indonesia di Inggris.

Kelompok ini baru saja menghentak panggung World Halal Food Festival di London Stadium, Stratford, pada Minggu (27/9/2026).

Mengenakan gamis biru muda dengan bordir perak, Annisa Rebana tampil anggun di panggung utama [ad]. Ini menjadi kali keenam mereka diundang dalam festival kuliner halal tahunan tersebut.

Festival bergengsi yang berlangsung pada 26–27 September 2026 ini sukses menyedot perhatian lebih dari 3.000 pengunjung [ad]. Setidaknya ada 200 vendor dari berbagai belahan dunia ikut berpartisipasi.

Bagi Afrahul, penampilan ini bukan sekadar hiburan. Ini adalah misi besar untuk memperkenalkan dakwah kultural Islam Indonesia ke ranah global.

Annisa Rebana London sendiri bukan nama baru. Berdiri sejak 2015, kelompok ini rutin mengasah kemampuan di Indonesian Islamic Centre (IIC) London [ad]. Masjid ini menjadi markas berkumpulnya komunitas Muslim Indonesia di Inggris.

“Semoga ke depan, Annisa Rebana semakin maju,” ujar Afrahul dengan nada terharu usai melihat penampilan binaannya.

Kiprah Afrahul di tanah Britania memang terbilang luar biasa. Selain berstatus mahasiswa UMSU, ia memegang amanah sebagai Ketua Al-Washliyah London [ad]. Tak hanya itu, ia juga merambah dunia bisnis dengan mengelola Warung Nusantara London.

Bergerak di bisnis kuliner membuat kepekaan Afrahul terasah. Ia menyayangkan absennya vendor kuliner dari tanah air di festival sebesar ini [ad]. Dari 200 vendor yang berpartisipasi, belum ada satu pun yang mewakili Indonesia.

“Indonesia bisa menjadi salah satu peserta vendor agar makanan kita lebih dikenal secara internasional,” cetus Afrahul.

Ia juga mengkritisi stereotip global yang sering kali hanya mengenal satu titik dari Indonesia. Afrahul ingin dunia melihat Indonesia secara utuh.

“Bagaimana caranya agar yang dikenal itu Indonesia, bukan hanya Bali saja. Padahal Bali adalah bagian dari Indonesia,” tegasnya.

Langkah nyata Afrahul mendapat apresiasi tinggi dari Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia [ad]. Ince Dian Aprilyani Azir selaku ketua menilai sosok Afrahul sebagai jembatan ukhuwah yang indah.

“Beliau Ketua Al-Washliyah London, sekaligus bagian dari keluarga besar Muhammadiyah lewat studinya di UMSU. Ini contoh indah ukhuwah antarormas Islam Indonesia di Inggris,” kata Ince.

Menurut Ince, lewat seni rebana dan shalawat, dakwah kultural terbukti ampuh menyapa masyarakat internasional.

Kehadiran Annisa Rebana di London Stadium menegaskan satu hal. Dakwah tidak selalu di atas mimbar. Seni, pemberdayaan komunitas, hingga diplomasi kuliner Nusantara adalah jalur nyata untuk membawa nama Indonesia di panggung dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *