JAKARTA — Pergerakan harga logam mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menutup pekan terakhir Desember 2026 dengan kejutan signifikan. Harga emas Antam pagi ini, 27 Desember 2026, terpantau kokoh di level Rp2.613.000 per gram.
Angka ini mencerminkan fase rebound atau pembalikan arah setelah komoditas safe haven ini sempat tertekan berturut-turut pada hari-hari sebelumnya. Berdasarkan data resmi Butik Emas Logam Mulia, kenaikan harga tercatat mencapai Rp23.000 per gram.
Namun, lonjakan harga jual ini berbanding terbalik dengan margin keuntungan yang bisa dibawa pulang oleh investor ritel. Skema pembelian kembali atau buyback yang ditetapkan Antam saat ini dipatok sebesar Rp2.438.000 per gram.
Selisih (spread) yang melebar hingga Rp175.000 per gram dicurigai sebagai strategi korporasi dalam menahan gelombang aksi ambil untung (profit taking) massal menjelang libur tahun baru.
Di pasar internasional, dinamika ini dipicu oleh ekspektasi pelonggaran moneter lanjutan dari Bank Sentral AS (The Fed) serta kuatnya diversifikasi cadangan devisa oleh bank-bank sentral dunia. Kendati demikian, volatilitas di akhir tahun 2026 ini tetap menyisakan risiko koreksi tajam.
Bagi para pelaku pasar, transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta kini wajib memperhitungkan potongan PPh Pasal 22 sebesar 1,5% untuk pemilik NPWP, dan 3% bagi yang non-NPWP. Ketentuan ini mempersempit ruang gerak keuntungan instan para spekulan lokal.











