Example 728x250
MOTIVASI

Strategi Merajut Karya di Tengah Dinamika Media

38
×

Strategi Merajut Karya di Tengah Dinamika Media

Sebarkan artikel ini

Oleh: Wahyudi El Panggabean

Dalam perjalanan 41 tahun menggeluti dunia jurnalistik, saya menyadari satu hukum alam:

Eksistensi adalah mata uang utama seorang penulis”.

Ketika sebuah jeda atau ke-pakum-an selama dua tahun terakhir hadir, tantangan terbesar bukanlah hilangnya ketajaman pena. Melainkan, pudarnya resonansi nama di ingatan publik.

Meluncurkan sebuah autobiografi langsung dari titik mati vakum ibarat menyalakan api di tengah badai; ia akan kesulitan mendapat perhatian optimal tanpa adanya pemantik awal.

Maka, kita membutuhkan medium perantara berupa aktivitas nyata yang sudah eksis berjalan. Mengaktifkan kembali pengelolaan media seperti Forum Jurnalis Investigasi menjadi jembatan taktis yang sangat ideal.

Di tengah ekosistem media yang bergerak aktif inilah, acara peluncuran buku, kelak dapat diselipkan secara organik dan bertenaga.

Ditinjau dari segi motivasi, strategi ini menerapkan prinsip momentum building. Motivasi terbaik tidak lahir dari keheningan, melainkan dari sirkulasi aktivitas yang dinamis.

Dengan mengelola media secara aktif, seorang jurnalis senior kembali menyalakan motor penggerak dalam dirinya.

Semangat yang terbangun dari rutinitas redaksional harian akan mentransfer energi positif yang besar saat momen peluncuran buku tiba.

Media aktif bertindak sebagai pangkalan massa sekaligus panggung pembuktian bahwa sang penulis tidak pernah benar-benar kehilangan tajinya.

Secara psikologis, langkah ini memanfaatkan efek keakraban (mere-exposure effect) serta penguatan personal branding.

Audiens kontemporer memerlukan stimulasi konstan sebelum memberikan kepercayaan mereka kembali.

Ketika nama kita kembali muncul secara berkala memimpin sebuah media, persepsi publik akan langsung bergeser dari “tokoh masa lalu” menjadi “pemikir masa kini”.

Proses transisi ini meminimalkan penolakan psikologis khalayak.  Membuat karya autobiografi yang kita tawarkan dipandang sebagai buah pemikiran segar. Yang sangat relevan untuk dikonsumsi saat ini.

Perspektif Islam pun sangat memuliakan langkah strategis. Dengan mengedepankan asas keberlanjutan atau istiqomah.

Islam mengajarkan, amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara konsisten. Meskipun kuantitasnya bertahap.

Membangun kembali media sebagai perantara merupakan wujud ikhtiar nyata. Medium eksistensi untuk terus menyebarkan kemaslahatan ilmu.

Menyelipkan peluncuran buku di sela-sela aktivitas dakwah pena jurnalistik ini dinilai akan mencerminkan konsep kepemimpinan visioner. Sebab, setiap gerakan dirancang untuk saling menopang. Demi melahirkan manfaat yang jauh lebih luas bagi umat.

Meluncurkan sebuah mahakarya? Yah, itu obsesinya. Karya yang lahir dari rahim aktivitas yang hidup. Diharapkan,  bisa memberikan fondasi yang kokoh bagi masa depan buku tersebut.

Kita tidak sekadar merayakan masa silam. Justru sedang merancang warisan intelektual baru melalui medium yang tepat. Selaras dengan ungkapan Sastrawan Kenamaan Amerika, Mark Twain:

Rahasia untuk maju adalah dengan memulai. Rahasia memulai adalah memecah tugas-tugas rumit Anda yang melelahkan menjadi tugas-tugas kecil yang dapat dikelola, lalu memulainya dari yang pertama.” ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *